BAB I
PENDAHULUAN
1. 1 Latar Belakang
Latar belakang dibuatnya suatu makalah ini, didasarkan pada tugas mata kuliah Ekonomi Teknik Universitas Sunan Gunung Djati Bandung. Pada makalah kali ini penulis akan membahas tentang analisis ekonomi dari suatu usaha. Dengan memberikan konsep teori terlebih dahulu sebelum mulai menganilisis suatu usaha.
Pada makalah kali ini juga penulis akan menjelaskan konsep dari NPV, BCR, PBP, IRR, BEP, PI beserta hasil analisanya. Jadi, kami harapkan dengan adanya makalah ini dapat mengetahui apa saja yang yang harus kita ketahui dan kita jitung ketika hendak memulai melakukan usaha
1. 2 Perumusan Masalah
Dalam penyusunan makalah ini penulis mencoba merumuskan berbagai masalah yang akan dibahas mengenai
- Konsep dan analisa dari NPV
- Konsep dan analisa dari BCR
- Konsep dan analisa dari PBP
- Konsep dan analisa dari IRR
- Konsep dan analisa dari Bep
- Konsep dan analisa dari PI
- Analisis Ekonomi dari suatu usaha
1. 3 Tujuan
Tujuan dari dibuatnya makalah ini agar kita mengetahui tentang Analisa Ekonomi terhadap suatu bidang usaha. Selain itu, tugas ini bertujuan untuk menambah wawasan dan pengetahuan dan wawasan kita serta untuk meningkatkan cara pembelajaran serta pemahaman kita tentang mata kuliah Ekonomi Teknik.
BAB II
LANDASAN TEORI
2. 1 Definisi Ekonomi Teknik dan Cash Flow
Ekonomi teknik adalah ilmu yang berisi tentang teknik-teknik yang dilengkapi dengan kriteria ekonomi untuk membantu pengambilan keputusan dalam pemilihan rencana investasi. Ekonomi teknik adalah tool atau alat analisis untuk membantu pengambilan keputusan rencana investasi. Investasi merupakan pengeluaran uang untuk pengadaan benda modal bukan untuk konsumtif.
CF(Cash Flow)/ aliran uang:
- Aliran masuk
- Aliran keluar
Cash flow biasanya digambarkan dalam bentuk tabel dan diagram. Positif cash flow adalah penerimaan-penerimaan tunai yang terus bertambah. Negatif cash flow adalah pembayaran –pembayaran tunai yang terus bertambah. Penerimaan-penerimaan itu dalam bentuk: uang sewa, keuntungan-keuntungan atau dari hasil penjualan sebagian atau seluruh aset pada akhir usia kegunaannya. Pembayaran dalam bentuk; hasil dari pengeluaran modal permulaan atau hasil dari penggantian sebagian instalasi.
2. 2 Konsep NPV
Net Present Value atau biasa disingkat dengan NPV adalah merupakan kombinasi pengertian present value penerimaan dengan present value pengeluaran.
NPV=A0+(A1/(1+r))
dimana, Ao = nilai awal investasi; A1 = nilai penerimaan dari investasi; r = tingkat suku bunga yang relevan.
Berkaitan dengan investasi (modal) yang akan ditanamkan, maka diperlukan pedoman untuk dapat dengan bijak menilai investasi tersebut. Dan pedoman tersebut yang dapat dipakai sebagai panduan adalah:
- Terima investasi yang diharapkan bilamana memberikan NPV positif.
- Terima investasi yang memberikan IRR yang lebih besar daripada tingkat keuntungan yang diisyaratkan. Tentu saja penyajian konsep ini berlaku bilamana kondisi pasar uang dan pasar modal yang sempurna dengan catatan:
- Tingkat suku bunga yang ada adalah stabil dan sama, tidak berfluktuatif.
- Tidak adanya pihak yang dominan untuk mempengaruhi pasar.
- Kondisi diluar transaksi keuangan yang ada adalah stabil.
2. 3 Konsep BCR
Diterapkan untuk proyek-proyek yang bertujuan melayani kepentingan sosial. Biasanya dihadapi oleh pemerintah atau lembaga-lembaga sosial, karena yang menanggung biaya adalah pemerintah/lembaga sosial, tetapi manfaatnya untuk masyarakat
BCR=PW Benefit/PW Cost=EUA Benefit/EUAC
BCR>1 Layak
Komponen Analisa Biaya dan Manfaat
- Komponen Biaya
- Komponen Manfaat
Klasifikasi Biaya :
- Klasifikasi pengadaan (procurement cost) yaitu biaya yang termasuk sehubungan untuk memperoleh perangkat dan biasanya digunakan pada tahun pertama.
- Biaya persiapan operasi (start-up cost), yaitu yang berhubungan dengan semua biaya untuk membuat sistem siap dioperasikan.
2. 4 Konsep PBP
Payback period dibedakan menjadi 2 yaitu :
- Payback period tanpa bunga. Periode waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan biaya awal dari suatu investasi dengan menggunakan net cash flow yang dihasilkan oleh investasi tersebut pada i = 0.
- Payback period dengan bunga. Menentukan periode waktu yang dibutuhkan hingga penerimaan ekuivalen dari investasi melebihi pengeluaran modal ekuivalen.
Payback period dibedakan menjadi 2 yaitu :
- Payback period tanpa bunga. Periode waktu yang dibutuhkan untuk mengembalikan biaya awal dari suatu investasi dengan menggunakan net cash flow yang dihasilkan oleh investasi tersebut pada i = 0.
F0 = biaya awal investasi
Ft = net cash flow dalam periode t
maka payback period adalah nilai terkecil n yang memenuhi persamaan
- Payback period dengan bunga. Payback period yang didiskontokan merupakan nilai terkecil dari n' dari persamaan. Menentukan periode waktu yang dibutuhkan hingga penerimaan ekuivalen dari investasi melebihi pengeluaran modal ekuivalen. Payback period yang didiskontokan merupakan nilai terkecil dari n' dari persamaan
2. 5 Konsep IRR
IRR (tingkat pengembalian internal) merupakan laju pengembalian dari sebuah aktivitas proyek/usaha yang sering dinyatakan dalam persen bunga, ketentuan layak tidaknya suatu IRR dapat di bandingkan dengan MARR (minimum attractive rate of return) atau minimal perbandingan suatu tingkat pengembalian. MARR biasanya ditentukan oleh pasar (tingkat suku bunga bank).
Kelayakan perusahaan ditentukan jika IRR>MARR, kalau tidak layak uang yang di investasikan di simpan saja.
Analisa suatu IRR sering dilihat dari nilai sekarang (NPV).
IRR=i1+(i2-i1)*NPV1/(NPV1-NPV2)
IRR > MARR
LAYAK
2.6 Konsep BEP
Suatu analisa yang menggambarkan bagaimana perubahan biaya variabel, biaya tetap, harga jual, volume penjualan akan mempengaruhi laba perusahaan. Analisis ini merupakan instrumen yang lazim dipakai untuk menyediakan informasi yang bermanfaat bagi manajemen untuk pengambilan keputusan, misal : dalam menetapkan harga jual produk.
Manfaat BEP :
- Menentukan posisi laba-rugi perusahaan
- Menentukan penjualan minimal yang harus dipertahankan agar perusahaan tidak mengalami kerugian
- Menentukan jumlah penjualan yang harus dicapai untuk memperoleh keuntungan tertentu
Rumus Bep
P = harga jual perunit
V = Biaya var perunit
FC= Biaya tetap
2.7 Konsep PI
Pi merupakan kemampuan proyek dalam menghasilkan keuntungan metode ini dilakaukan ketikan melakukan perhitungan present.
PI > 1 berarti proyek diterima
PI < 1 berarti proyek ditolak
PI=NPV(benevit)/NPV*I
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Pengumpulan data
A. Asumsi Pengeluaran Cup Cake Karakter Angry Bird
|
500
gr tepung pancake
|
Rp. 22.000
|
|
250 ml gula custard
|
Rp. 4.000
|
|
½
sdt baking powder
|
Rp. 500
|
|
3
butir telur ayam
|
Rp. 3.200
|
|
Garam
secukupnya
|
Rp. 500
|
|
Modal 1 piecesnTaiyaki Bebe Shizu 15 pcs
|
Rp. 30.200
|
B. Pengeluaran
Bahan Baku
|
Tepung Takoyaki
|
Rp. 12.000.000
|
|
Telur Ayam
|
Rp.
5.000.000
|
|
Keju
|
Rp.
2.480.000
|
|
Daging
|
Rp.
4.335.000
|
|
Abon
|
Rp. 7.600.000
|
|
Tuna
|
Rp.
1.600.000
|
|
Kacang Tanah
|
Rp.
720.000
|
|
Kacang Merah
|
Rp.
2.800.000
|
|
Cokelat
|
Rp.
2.520.000
|
|
Srikaya
|
Rp.
1.320.000
|
|
Bumbu
|
Rp.
1.500.000
|
|
Bahan baku total
|
Rp. 41.875.000
|
C. Biaya Operasional
|
Biaya Operasional
|
Rp.
53.000.000,00
|
|
Gaji Karyawan
|
Rp. 35.000.000,00
|
|
Kemasan
|
Rp. 2.000.000,00
|
|
Sewa Tempat
|
Rp. 15.000.000,00
|
|
Listrik
|
Rp. 1.000.000,00
|
3.2 Pengolahan Data
Usaha Mou-mou Taiyaki, dengan modal awal sebesar Rp. 95 juta dengan investasi 10 tahun. Selama waktu tersebut membutuhkan biaya rutin per tahun untuk perawatan dan perbaikan sebesar Rp. 10 juta dan biaya pendukung usaha pada tahun ke 4 dan 8 masing-masing sebesar Rp. 7 juta dan Rp. 3 juta. Usaha tersebut memberikan pendapatan operasi yang berfluktuasi sesuai dengan permintaan, masing-masing Rp. 40 juta pada tahun ke 1 hingga tahun ke 5, kemudian Rp. 30 juta pada tahun ke 6 hingga tahun ke 8. Pada tahun ke 9 dan ke 10 masing-masing Rp. 165juta dan Rp. 30 juta. Dan suku bunga bank yang berlaku saat ini (MARR) adalah 6% per tahun dan nilai rongsok mesin-mesin yang digunakan adalah sebesar Rp. 20 juta.
Data untuk pengeluaran, yaitu :
P0 = 95 juta
Abiaya = 10 juta
F4 = 7 juta
F8 = 4 juta
Data untuk pendapatan, yaitu :
Apendapatan = 40 juta
Apendapatan = 30 juta
F9 = 15 juta
F10 = 30 juta
Data Pengeluaran :
Pbiaya = P0 + Abiaya (P/A, 6%, 10) + F4 (P/F, 6%, 4) + F8 (P/F, 5%, 8)
= 95 juta + 10 juta (P/A, 6%, 10) + 7 juta (P/F, 6%, 5) +
4 juta (P/F, 5%, 8)
= 95 juta + 10 juta (7,360) + 7 juta (0,7473) + 4 juta (0,6274)
= 95 juta + 73,6 juta + 5,2 juta + 2,5 juta
= 176,3 juta
Data Pendapatan :
PPendapatan = Apendapatan 5 (P/A, 6%, 5) + Apandapatan 3 (P/A, 6%, 3) (P/F, 6%, 5) +
F9 (P/F, 6%, 9) + F10 (P/F, 6%, 10)
= 40 juta (P/A, 6%, 5) + 30 juta (P/A, 6%, 3) (P/F, 6%, 5) +
15 juta (P/F, 5%, 9) + 30 juta (P/F, 6%, 10)
= 40 juta (4,212) + 30 juta (2,673) (0,7473) +
15 juta (0,5919) + 30 juta (0,5584)
= 168,48 juta + 59,92 juta + 8,87 juta + 16,35 juta
= 254,02 juta
3.3 Metode BCR
BC Ratio = Ppendapatan / Pbiaya
= 254,02 juta / 176,3 juta
= 1,44 juta
3.4 Metode NPV
NPV = Ppendapatan - Pbiaya
= 254,02 juta – 176,3 juta
= 77,72 juta
3.5 Metode IRR
Pada i = 6% (NPV1)
Pada i = 30 % (NPV2)
NPVi=5% = 77,72 juta
Pbiaya = P0 + Abiaya (P/A, 30%, 10) + F4 (P/F, 30%, 4) + F8 (P/F, 30%, 8)
= 95 juta + 10 juta (P/A, 30%, 10) + 7 juta (P/F, 30%, 4) +
4 juta (P/F, 30%, 8)
= 95 juta + 10 juta (3,092) + 7 juta (0.3501) + 4 juta (0,1226)
= 95 juta + 30,92 juta + 2,4507 juta + 0,4904 juta
= 128,8611 juta
Data Pendapatan :
PPendapatan = Apendapatan 5 (P/A, 30%, 5) + Apandapatan 3 (P/A, 30%, 3) (P/F, 30%, 5) +
F9¬ (P/F, 30%, 9) + F10 (P/F, 30%, 10)
= 40juta (P/A, 30%, 5) + 30 juta (P/A, 30%, 3) (P/F, 30%, 5) +
15 juta (P/F, 30%, 9) + 30 juta (P/F, 30%, 10)
= 40 juta (2.436) + 30 juta (1.816) (0.2693) +
15 juta (0.0943) + 30 juta (0.0.725)
= 97,44 + 14,67 + 1,4145 + 2,175
= 115,69 juta
NPV = Ppendapatan - Pbiaya
= 115,69 juta – 128,8611 juta
= -13,1711 juta
Misalkan pada i = 30%, diperoleh NPVi=30% = -13,1711 juta untuk kemudian dimasukkan ke dalam persamaan untuk mencari IRR, yaitu :
IRR = i1 – NPV1 (i2 – i1) (NPV2 – NPV1)
IRR = 6% - 77,72 (30% - 6%) / (-13,1711 – 77,72 )
= 6% - 68,83841 (24%)/(-90,89)
= 6% + 0,855 (24%)
= 26, 52 %
Dapat disimpulkan dari hasil analisis tersebut bahwa dengan BCR, NPV dan IRR
Dari hasil perhitungan diperoleh kelayakan investasi dimana nilai hitung BC > 1; NPV > 0 dan IRR > MARR, Jadi dapat disimpulkan usaha tersebut layak secara ekonomi
Menghitung F Pengeluaran
Fpengeluaran = P0 (F/P, 5%, 10) + Abiaya (F/P, 5%, 10) + F4 (F/P, 5%, 5)
+ F8 (F/P, 5%, 2)
= 95 juta (1,791) + 10 juta (6,971) + 7 juta (1,262)
+ 4 juta (1,1025)
= 122,1675 juta + 81,757 juta + 2,5526 juta + 6,3815 juta
= 253,225 juta
Menghitung F Pendapatan
Fpendapatan = Fpendapatan 5 (P/A, 6%, 5) (F/P, 6%, 10)
+ Apendapatan 3 (P/A, 6%, 3) (P/F, 6%, 5) (A/P, 6%, 10)
+ F9 (P/F, 6%, 9) (F/P, 6%, 10) + F10
= 40 juta (4,212) (1,791) + 30 juta (2,673) (0.7473) (1,791)
+ 15 juta (0,5919) (1,791) + 30 juta
= 301,74 juta+ 69,504202 juta + 16,799823 juta + 29 juta
Fpendapatan = 211,545243 juta + 107,32 juta + 15,90 juta + 30 juta
= 454,961 juta
Fbersih = Fpendapatan - Fpengeluaran
= 454,961 juta – 253,225 juta
= 201,736 juta
Hasil akhir untuk Fbersih bernilai positif (> 0) jadi ini bisa dikatakan layak.
3.6 Konsep BEP
Bep= 53000.000/(1-(5487x1850)/(7500x1850))= 53.000.000/(1-10150950/13875000)=53.000.000/(1-0,7316)= 53.000.000/0.2684= Rp.197.466.468
Rp. 53.000.000 biaya tetap
Rp. 7500 harga jual
Rp. 5487 biaya variabel
Rp. 1850 maksimal produksi
3.7 Metode PBP
Berikutnya untuk perhitungan periode pengembalian modal (payback period) dilakukan dengan menyusun semua data pendapatan (penerimaan) dan pengeluaran ke dalam bentuk tabel, yaitu sebagai berikut:
|
Tahun
|
Pendapatan
|
Pengeluaran
|
Keuntungan
|
|
0
|
-
|
95 juta
|
- 95 juta
|
|
1
|
40 juta
|
10 juta
|
- 65 juta
|
|
2
|
40 juta
|
10 juta
|
- 35 juta
|
|
3
|
40 juta
|
10 juta
|
- 5 juta
|
|
4
|
40 juta
|
17 juta
|
18 juta
|
|
5
|
40 juta
|
10 juta
|
48 juta
|
|
6
|
20 juta
|
10 juta
|
78 juta
|
|
7
|
20 juta
|
10 juta
|
108 juta
|
|
8
|
20 juta
|
10 juta
|
138 juta
|
|
9
|
15 juta
|
10 juta
|
168 juta
|
|
10
|
30 juta
|
10 juta
|
198 juta
|
Prinsip penilaian investasi dengan menggunakan metode periode pengembalian modal (payback period) adalah dengan mencari periode waktu awal dimana investasi tersebut telah memberikan keuntungan. Untuk contoh pada tabel di atas periode pengembalian modal terjadi pada tahun ke 4 dimana saldonya bergerak dari nilai negatif ke nilai positif.
3.8 Metode PI
PI=(NPV(benevit))/(NPV.I) adalah PI=(77,72 juta)/(77,72 juta x 10)=0.1
Secara indeks dikatakan tidak layak
BAB IV
KESIMPULAN
Ekonomi teknik adalah ilmu yang berisi tentang teknik-teknik yang dilengkapi dengan kriteria ekonomi untuk membantu pengambilan keputusan dalam pemilihan rencana investasi.
Macam Konsep
- Konsep NPV
- Konsep BCR
- Konsep PBP
- Konsep IRR
- Konsep BEP
- Konsep PI
Dari Hasil perhitungan tadi dapat kita simpulkan bahwa usaha tersebut layak karena nilai IRR > MARR dan F > 1.
Daftar Pustaka
Modul Pak Hendri Karma MT.
http://materi-teknik-industri.blogspot.com/2012/02/materi-kuliah-ekonomi-teknik.html
http://endahrl24.lecture.ub.ac.id/2010/02/materi-kuliah-ekonomi-teknik/
http://prassitaidzni.wordpress.com/2011/11/12/tugas-ekonomi-teknik-menghitung-nilai-npv/
http://www.diditrinjano.com/2011/05/download-materi-ekonomi-teknik.html





Tidak ada komentar:
Posting Komentar